Menghayati keterpanggilan sebagai warga bangsa, serta didorong oleh semangat menghadirkan kemurahan hati Allah dalam kehidupan bersama, maka GKJ Sidomukti tak henti-hentinya berupaya untuk berperan serta dalam menaburkan benih cinta kasih dengan semangat toleransi. Agenda hari toleransi internasional telah masuk dalam agenda Gerejawi GKJ Sidomukti selama beberapa tahun sebagai agenda program Komisi Gereja Masyarakat (KGM). Di tahun 2025 pelaksanaan hari toleransi internasional menjadi istimewa oleh karena agenda ini diintegrasikan sebagai bagian dari agenda HUT ke-32 dan Penahbisan Pendeta Ke-2. Dalam momentum ini, KGM merancang kegiatan berupa Ngobras (Ngobrol Santai) Toleransi Kita Beda Kita Berjuang Bersama, kaum muda lintas iman Kota Salatiga. Acara ini mengundang pemuda, remaja, dan pegiat lintas iman yang berasal dari berbagai komunitas agama, lembaga kemahasiswaan, dan lembaga kepemudaan di Salatiga dengan total sekitar 150 orang.

Dalam beberapa tahun terakhir Kota Salatiga menjadi sorotan nasional oleh karena predikat yang disandang yaitu kota paling toleran di Indonesia. Predikat ini sudah mendapat sorotan dan tanggapan dari berbagai pihak. Meski demikian, predikat positif itu hams tetap diupayakan perwujudannya dan sudah barang tentu perlu terus dirawat, tennasuk oleh para warganya. Dalam hal inilah peran generasi muda menjadi sangat penting. GKJ Sidomukti memandang perlunya memupuk dan menjaga benih-benih toleransi yang telah disemaikan dalam din pemuda dan remaja. Hal ini merupakan bentuk peran serta gereja dalam mewujudkan kemurahan hati Allah kepada seluruh ciptaan melalui kasih kepada sesama, termasuk kepada mereka yang berbeda keyakinan. Peran tersebut diwujudkan melalui dialog mengenai toleransi dan perjumpaan lintas iman.

Toleransi tanpa perjumpaan hanya akan menjadi narasi, sementara perjumpaan tanpa toleransi adalah sebuah kemustahilan. Karena itu, perjumpaan dan dialog yang dilakukan diharapkan dapat menjadi awal bagi hubungan yang lebih mendalam antara pemuda dan remaja dari berbagai latar belakang agama. Perjumpaan ini dapat ditindaklanjuti untuk memupuk dan merawat rasa persaudaraan di antara mereka yang berbeda. Toleransi memerlukan peran serta aktif dan kemauan untuk menerima keberagaman. Dengan memandang yang berbeda sebagai saudara, para peserta Ngobras Toleransi’ pada akhirnya akan mampu berjuang bersama mewujudkan Salatiga yang tents toleran dan Indonesia yang semakin toleran.

Acara Ngobras diadakan dengan tujuan: a. Mewujudkan peran gereja dalam mengekspresikan kasih dan kemurahan hati Allah kepada seluruh ciptaan melalui penerimaan terhadap sesama yang berbeda. b. Merawat dan memperkuat budaya toleransi yang telah menjadi karakter Kota Salatiga. c. Memupuk kesadaran toleransi dalam diri pemuda dan remaja sebagai generasi penerus. d. Membangun hubungan awal yang positif dan inklusif antarpemuda lintas agama yang dapat ditindaklanjuti dalam kegiatan bersama.

Hasil yang diharapkan dari acara Ngobras adalah: a. Peserta memahami pentingnya merawat budaya toleransi di Salatiga dan di manapun berada. b. Peserta mengalami perjumpaan yang aman dan inklusif dengan berbagai komunitas pemuda lintas iman untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan saling mengenal. c. Peserta membentuk jejaring lintas agama dengan komitmen menjaga toleransi. d. Peserta memiliki komitmen bersama untuk memperkuat iklim toleransi di Salatiga dan berkontribusi pada terwujudnya Indonesia yang semakin toleran. e. Gereja mewujudkan peran aktifnya dalam membangun dialog, kerja sama, dan relasi dengan komunitas lintas iman

Acara Ngobras Toleransi dilaksanakan pada hari Sabtu 13 Desember 2025 pukul 10.00 — 12.00 WIB bertempat di GKJ Sidomukti Salatiga. Pemantik Diskusi dalam Ngobras adalah Gus Aan Anshori, A.Md., S.H., M.H. (Jaringan Islam Antidiskriminasi Jawa Timur) dan Prof. Pdt. Izak Y. M. Lattu (Dekan Fakultas Teologi UKSW). Sedangkan host/pemandu acara adalah Sdr. Muhamad Sidik Pramono, M.Si. (Asisten Riset di Indonesia Judicial Research Society) dan Sdri. Endang Dwijayanti, S.Pd. (Koalisi Perempuan Indonesia).

Kiranya agenda ini menandai pula rasa keterpanggilan diri dan tekad GKJ Sidomukti sebagai agen pembela keadilan, cinta kasih dan kemanusiaan mengatasi segala perbedaan demi kehidupan bersama yang humanis, beradab dan maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *