Tanggal 7 April 2026 akan menjadi momentum penting dalam tonggak kehidupan bergereja GKJ Sidomukti. Untuk memaknai hari bersejarah tersebut maka Majelis telah menetapkan tema HUT guna memberi spirit kehidupan bersama yang tidak bisa dipisahkan keberadaannya dari karya pengasihan Allah. Rumusan dan penjelasan tema telah didalami dan didiskusikan dalam dua kali Sarasehan, serta mendapatkan masukan yang lebih memperkaya dan mempertajam. Bila tidak ada perubahan mendasar maka rumusan dan penjelasan tema adalah sebagai berikut:
Tema HUT Ke-32 GKJ Sidomukti dan Penahbisan Pendeta Ke-2:
“Tak Lelah Meragakan Kemurahan Hati Allah“
Belas kasih adalah tindakan utama dan tertinggi Allah. Ini mewujud tatkala Ia, melalui Yesus Kristus, menjumpai umat manusia. Inilah kemurahan hati-Nya yang melampaui pemberontakan manusia. Kemurahan hati Allah tersebut ditunjukkan-Nya kepada kita melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Selain itu, juga melalui semua tindakan belas kasih-Nya.
Seluruh kehidupan Yesus, yakni kata-kata dan perbuatan-Nya, adalah perwujudan komunikasi diri Allah yang Maharahim kepada manusia. Segala kebaikan yang la lakukan untuk orang-orang berdosa, orang-orang miskin, kaum marjinal, orang-orang sakit, dan orang- orang menderita, bertujuan untuk mengajarkan kerahiman-Nya. Semua ini adalah tanda- tanda kemurahan hati Allah, Sang Maha Belas Kasih.
Semesta terus merintih dan berduka. Pergolakan demi pergolakan terus terjadi. Peperangan antarbangsa, merobek kemanusiaan. Nyawa manusia, bagaikan sampah tak bernilai. Begitu pula, alam merintih, karena saling diperebutkan. Manusia menguras kekayaan alam, tak peduli pada kerusakan yang ditimbulkannya. Hidup semesta ini serasa meredup, tak lagi punya asa.
Bukan hanya itu. Rintihan juga terdengar di antara kita. Banyak yang terhempas dari juang persoalan real pemenuhan kebutuhan hidup, yang terasa kian berat. Perang bisnis, sulitnya mencari pekerjaan, dan PHK terjadi dimana-mana. Satu per satu anak negeri kehilangan kesempatan. Mereka menjadi kurban di negerinya sendiri.
Maka, terus membangkitkan pengharapan di tengah keputusasaan adalah sebuah keniscayaan. Inilah juang untuk meneguhkan bahwa kemurahan hati Allah tidak berkurang sedikitpun. Allah terus memulihkan dan mengutuhkan kembali seluruh ciptaan.
Gereja dipanggil-Nya untuk menghidupkan terus pengharapan dalam kembara ziarah kehidupan semesta. Sebab, Gereja adalah pelanjut kehidupan dan karya Yesus Kristus, Sang Pendiri Gereja. Hendaknya, Gereja dalam keseluruhan hidupnya, menjadi perwujudan kemurahan hati Allah kepada semesta.
Ini berarti, Gereja harus mendasarkan seluruh hidup dan karyanya pada Allah yang berbelas kasih. Gereja dipanggil untuk melaksanakan seluruh karya pewartaannya dengan semangat belas kasih. Bukan dengan semangat kekuasaan. Di sini, kredibilitas Gereja tampak dalam tindakan kasihnya yang penuh rahmat dan berbelas kasih.
Gereja bertekad untuk tiada henti menunjukkan kemurahan hati Allah, yang penuh kelemahlembutan dan bela rasa. Hidup kita harus menjadi oasis bagi sesama yang terhempas di tengah perjalanan. Untuk itu, kita perlu terus-menerus mencari dan menimba kekuatan dari Allah yang murah hati.
Mewujudkan kemurahan hati Allah adalah proses yang tak pernah selesai, harus terus- menerus diperjuangkan. Karena itu, Gereja tak boleh kehabisan semangat atau menjadi lelah dalam mengejawantahkan kemurahan hati Allah.
Gereja adalah ‘raga’ kemurahan hati ‘raga’ kemurahan hati Allah. Hidup gereja-Nya adalah kehadiran kemurahan hati Allah. Maka, kemurahan hati Allah harus terus meraga pada diri gereja-Nya.
Me-raga-kan, berarti menghadirkan kemurahan hati Allah dan bertindak aktif dalam setiap pergolakan semesta. Yakni, terus berjuang menjawab panggilan-Nya di tengah jerih dan juang Gereja. Untuk itu, kita membutuhkan kekuatan doa, kesehatian dan kesejiwaan; terlebih lagi, spirit untuk tak lelah saling menopang dan mengasihi.
Poin pesan:
- Segenap warga GKJ Sidomukti senantiasa menghayati panggilan untuk bersikap pro- kehidupan di tengah maraknya kecenderungan untuk merusak kehidupan.
- Segenap warga GKJ Sidomukti senantiasa menghayati panggilan untuk terus-menerus mengembangkan sikap saling membangun pengharapan di tengah keluarga dan persekutuan.
- Segenap warga GKJ Sidomukti senantiasa menghayati panggilan untuk terus-menerus mengembangkan sikap saling membangun pengharapan di tengah keluarga dan persekutuan.
- Segenap warga GKJ Sidomukti senantiasa menghayati bahwa dirinya adalah ‘raga’ kemurahan hati Allah bagi semesta.
- Sebagai institusi gerejawi, GKJ Sidomukti terpanggil untuk membangun kerja sama dengan semua pihak yang berkehendak baik guna mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan.